Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif Beserta Cara Penyajian Data

0
()

karyatulisku.com – Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data penelitian. Terdapat dua jenis teknik pengumpulan data, yakni teknik pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif. Pada ulasan berikut ini merupakan penjelasan mengenai teknik pengumpulan data kuantitatif beserta cara penyajian datanya. Yuk kita simak penjelasan lebih detailnya di bawah ini 😉

Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif dan Penyajian Datanya
Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif dan Penyajian Datanya

Pengertian Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif

Teknik pengumpulan data merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengungkap berbagai fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan ruang lingkup penelitian. Kegiatan pengumpulan data pada prinsipnya merupakan kegiatan penggunaan metode dan instrumen yang telah di tentukan dan di uji validitas dan reliabilitasnya. Teknik pengumpulan data bertujuan untuk mendapatkan data yang paling tepat, agar data yang di peroleh adalah data yang benar-benar valid dan reliable.

Data penelitian kuantitatif yaitu data yang berhubungan dengan kuantitas, nilai atau angka, membuatnya dapat di ukur. Data tersebut biasanya dinyatakan dalam bentuk numerik, seperti panjang, ukuran, jumlah, harga, dan bahkan durasi. Penggunaan statistik untuk menghasilkan dan menganalisis jenis data ini menambah kredibilitas hasil data, sehingga data kuantitatif secara keseluruhan di lihat dapat di andalkan dan obyektif.

Metode Pengumpulan Data Kuantitatif

1. Interview (Wawancara)

Wawancara atau interview merupakan mencari informasi dengan cara mengajukan pertanyaan dan yang di wawancarai memberikan tanggapan verbal. Wawancara dapat dilakukan melalui dua cara yaitu:

  1. Wawancara terstruktur (Wawancara resmi atau wawancara terpimpin)

Yaitu wawancara yang pelaksanaannya terencana sesuai dengan berpedoman pada daftar pertannyan yang telah di siapkan.

  1. Wawancara tidak terstruktur (Wawancara informal atau wawancara percakapan)

Yaitu wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan. Apabila di bandingkan, wawancara terstruktur lebih efektif karena sudah ada pedoman atau daftar pertannyaan yang telah di siapkan, yang berkaitan dengan materi atau subtansi atau isi yang akan di gali dari narasumber.

Pada dasarnya, wawancara kuantitatif mirip dengan wawancara kualitatif karena melibatkan interaksi peneliti / responden. Tetapi proses melakukan dan menganalisis temuan dari wawancara kuantitatif berbeda dalam beberapa cara dari wawancara kualitatif.

2. Kuesioner (Angket)

Kuesioner adalah formulir terstruktur, baik tertulis atau tercetak, terdiri dari serangkaian pertanyaan formal yang di rancang untuk mengumpulkan informasi tentang beberapa subjek dari satu atau lebih responden.

3. Observasi

Observasi kuantitatif di definisikan oleh University of South Alabama sebagai “pengamatan standar.” Sederhananya, observasi kuantitatif adalah pengamatan yang fokusnya adalah angka. Dengan kata lain, observasi kuantitatif adalah jenis observasi yang berhubungan dengan variabel yang dapat di ukur, hal-hal yang dapat kita gunakan untuk mengekspresikan angka.

4. Eksperimental

Eksperimen atau percobaan adalah studi terkontrol yang digunakan untuk menguji sebab-akibat atau hubungan antara X (independen atau penjelas) dan variabel Y (dependen atau respons).

Teknik ini berguna untuk menguji asumsi yang berbeda (hipotesis) dengan trial and error dalam kondisi yang di bangun dan di kendalikan oleh peneliti. Selama percobaan, satu atau lebih kondisi (variabel independen) di perbolehkan untuk berubah secara terorganisasi dan efek dari perubahan ini pada kondisi terkait (variabel dependen) di ukur, di catat, di validasi, dan di analisis untuk sampai pada kesimpulan.

Eksperimen biasanya menghasilkan data kuantitatif, karena dilakukan dengan mengukur beragam hal, seperti halnya pada observasi dan kuesioner yang terkontrol yang dapat menghasilkan kedua informasi kuantitatif.

Akan tetapi, teknik eksperimental ini membatasi cara yang mungkin bagi objek penelitian untuk dapat bereaksi dan mengekspresikan perilaku sosial yang tepat. Temuannya cenderung terikat konteks dan hanya merupakan refleksi dari asumsi yang dibawa oleh peneliti untuk penyelidikan.

7. Dataset Statistik

Menggunakan dataset statistik merupakan tipikal penelitian kuantitatif, penggunaan dataset statistik ini merupakan pengunaan data yang sudah tersedia. Dataset yang digunakan biasanya sudah dikumpulkan oleh pihak ke-3 yang memiliki otoritas. Cara ini biasanya lebih cepat karena yang di butuhkan peneliti hanyalah mengakses dataset, tidak perlu menyebar kuesioner ke lapangan. Misalnya, peneliti menggunakan dataset hasil survel lembaga lain, yang terkait dengan permasalahan yang sedang di teliti.

Teknik Pengolahan Data Kuantitatif

1. Validasi Data

Validasi data berguna untuk memeriksa kembali apakah data sudah sesuai dengan standar penelitian atau tidak dengan mengambil sampel acak. Ada empat langkah untuk melakukan validasi data yaitu:

  • Fraud bertujuan untuk menyimpulkan apakah semua responden sudah melakukan wawancara atau belum.
  • Screening untuk memastikan responden sesuai kriteria.
  • Procedure untuk memastikan bahwa pengumpulan data sudah dilakukan dengan benar.
  • Completeness untuk memastikan bahwa pewawancara sudah menanyakan semua pertanyaan kepada responden. 

2. Editing Data

 Editing data yang bertujuan menyunting data mentah yang sudah di kumpulkan.

3. Pengkodean Data

Pengkodean data yang bertujuan mengelompokkan data berdasarkan karakteristiknya agar mudah untuk dianalisis. 

4. Analisis Data

Analisis merupakan tahapan penting dalam pengolahan data. Hasil analisis data ini berupa informasi yang berguna yang bisa di jadikan pedoman dalam penarikan kesimpulan sebuah penelitian. Pada teknik pengolahan data kuantitatif terdapat dua metode analisis yang bisa digunakan yaitu sebagai berikut:

  • Analisis deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menyajikan data secara deskriptif dan apa adanya. Biasanya teknik statistik yang digunakan yaitu antara lain mean, median, skewness, dan simpangan baku dan varians. 
  • Analisis inferensial adalah metode yang menggunakan rumus tertentu. Hasil dari perhitungan tersebut menjadi dasar untuk generalisasi dan pengambilan keputusan. Teknik statistik biasanya menggunakan uji-T, ANOVA, korelasi, dan regresi.

Penyajian Data Kuantitatif Dengan Menggunakan Chart

  • Pie chart berguna untuk menyajikan data dalam bagian-bagian atau persen dari keseluruhan data. 
  • Bar chart berguna untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek dalam kurun waktu tertentu. 
  • Line chart berguna untuk menyajikan data statistik yang di peroleh dari waktu ke waktu.
  • Steam and leaf plot berguna untuk menggambarkan bentuk visual dari sebaran data menggunakan data aslinya. 
  • Bloxplot berguna untuk menyajikan data numerik melalui lima ukuran yaitu nilai minimum, maksimum, quartil 1, quartil 2 atau median, dan quartil 3. 

Demikian penjelasan mengenai teknik pengumpulan data kuantitatif beserta teknik pengolahan data dan cara penyajian datanya. Semoga penjelasan singkat ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dalam menentukan teknik pengumpulan data untuk penelitiannya. Apabila terdapat kritik dan saran, silahkan tinggalkan pada kolom komentar. Terima kasih 🙂

Baca juga :

Sumber

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.