Lupuk – Teks Drama Karya Amanda N S

0
()

Teks Drama : Lupuk – Selamat datang kembali sobat Karyatulisku. Kemarin kita suadh tau teks drama berjudul “Hujan” karya Ahmad v Farros”. Pada kesempatan kali ini, kita terdapat kiriman lagi sebuah karya teks drama juga dari Amanda N S. Teks drama kali ini berjudul Lupuk. Penasaran seperti apa ceritanya? Yuk langsung kita masuk ke dalam teks drama karya Amanda N S berjudul LUPUK.

Informasi Karya

Judul : Lupuk
Karya : Amanda NS
Tahun : 2021

Lupuk – Teks drama karya Amanda NS

Di suatu pagi yang cerah, Hadi mengintip satu pasang pelanggan yang sedang bermesraan ria.

Pak Eko : (menjewer kuping Hadi) Jangan suka nguping atau ngintipin urusan orang lain! Makin kamu ingin tau urusan yang bukan kapasitasmu, kamu makin buang-buang tenaga, waktu dan pikiran!

Rosa : (menghampiri Pak Eko dan Hadi) Betul itu, Mas. Aku aja ngurusin badanku sendiri susah kok. Hehehe

Hadi : (duduk menjauhi Pak Eko) Huh, ga asik!

Kursi yang diduduki Hadi rusak dan akhirnya ia terjatuh

Hadi : Waduh! Sial terus aku!

Pak Eko : (menghampiri Hadi) Hm, harap maklum, Di. Warung nasi ini kan emang sudah tua..

Rosa : (memandangi langit-langit yang sudah sobek) Kalau dipikir-pikir emang iya, Pak..   Bangunan ini sudah tua dan mulai lapuk. Banyak yang harus diperbaiki.. 

Pak Eko : Iya sih, tapi biayanya pasti besar. Hampir setara kayak beli ruko baru..

Hadi : Kalo gitu kita pindah aja pak! Cari yang deket rumahku, biar aku nggak perlu capek pulang pergi.

Rosa : Yang bangunannya modern seperti yang lagi viral itu loh, pak. Seperti cofeeshop depan itu. (menunjuk cofeeshop depan)  Disitu ramai karena bangunannya aesthetic, jadi anak muda pada ngumpul. Ga kayak disini, isinya orangtua semua 

Hadi : (berandai-andai) Dapurnya yang luas dan mewah, ada rooftopnya juga!

Rosa : Pakein AC sama pasang wifi router!

Pak Eko : Woy, woy, seenaknya aja kalian ini. Gini-gini bangunan ini jadi saksi bisu perjuanganku.. (sambil mengelus-elus tembok) Nggak akuan ku tinggalin gitu aja.

Hadi : (mengeluarkan HPnya) Kita ikutan ini aja, Pak! (menunjukkan poster lomba kompetisi memasak yang total hadiahnya 500 juta) hadiahnya gede, bisa buat renovasi warung nasi ini!

Pak Eko : (melihat poster) Hmmm..

Hadi : (bergumam) Pasti pak Eko lagi mikir kata-kata yang pas buat muji kepinteranku! Dia pasti berterimakasih atas informasi yang aku kasih ini..

Pak Eko : Hadi… (mengernyitkan dahi)

Hadi : Yes, Sir?

Pak Eko : Kamu lihat dong persyaratan lombanya! Usia maksimal peserta buat ikutan, 50       tahun!!

Hadi : Waduh, salah lagi aku! (menggebrak meja)

Rosa : Oalah, cangkirnya sampe jatuh! (mengelap tumpahan teh) Tapi emang bener lho, Pak. Aku sama mbak Lisa yang sering naik turun ke lantai atas juga agak takut karena tangganya mulai berdenyit. Bukan karena akunya berat lho..

Pak Eko : Cara pikir anak  muda memang beda.. Di jamanku, apapun yang rusak, kita coba perbaiki dulu. Rusak lagi, perbaiki lagi.. Nggak kenal tuh yang namanya barang rusak langsung di-‘lem biru’ alias lempar-beli baru.. Itu juga kenapa orang jaman dulu lebih banyak yang setia.

Rosa : Iya Pak, aku setuju masalah itu.. Tapi.. (memandangi cangkir) kayak cangkir ini. Tentu masih bias dipakai, karena cuma pecah sedikit dibagian bibir cangkirnya. Tapi bahaya lho, Pak. Kalau kita ndak hati-hati, bisa melukai.

Hadi : Melukai yang minum, bisa.. Melukai yang nyuci, juga bisa.Rosa : Daripada memaksakan untuk setia, kalau memang berbahaya apa nggak sebaiknya kita ikhlaskan saja?

Selesai


Penutup

Nah gimana menurut kamu cerita dari teks drama yang dibuat oleh Amanda NS? Sangat menarik bukan, Yuk tulis pendapatmu di kolom komentar. Jika kamu ingin mendapatkan informasi terbaru teks drama dan berbagai informasi menarik lainnya. Silahkan subscribe website karyatulisku dengan mengisi form dibawah ini ya.

Sumber

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.