Contoh Instrumen Penelitian dan Penjelasannya Secara Lengkap

0
()

karyatulisku.com – Sebelum memulai suatu penelitian, tentunya kita perlu untuk mengumpulkan data terlebih dahulu. Pengumpulan data ini membutuhkan teknik ataupun instrumen-instrumen yang dapat memudahkan peneliti dalam mendapatkan data sesuai dengan kebutuhan penelitiannya. Pada ulasan ini, kita akan membahas mengenai pengertian, jenis, cara menyusun, dan contoh instrumen penelitian. Yuk simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini 😉

Penjelasan dan Contoh Instrumen Penelitian
Penjelasan dan Contoh Instrumen Penelitian

Pengertian Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi dalam sebuah penelitian. Instrumen penelitian ini dapat mempermudah peneliti dalam mengelola, menganalisa dan menarik kesimpulan dari data yang telah dikumpulkan.

Terdapat beberapa pengertian instrumen penelitian menurut para ahli, diantaranya adalah :

Suharsimi Arikunto

Menurut Suharsimi Arikunto, instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih untuk digunakan oleh peneliti dalam kegiatan penelitian. Instrumen penelitian digunakan untuk mengumpulkan data penelitian supaya data tersebut menjadi sistematis dan mudah untuk dilakukan analisis selanjutnya.

Ibnu Hajar

Ibnu Hajar berpendapat bahwa instrumen penelitian adalah alat ukur yang berguna untuk memperoleh informasi kuantitatif berkaitan dengan berbagai macam karakteristik variabel secara objektif. Informasi tersebut dapat berupa data kuantitatif; data kualitatif; data nominal, ordinal, interval atau data rasio; dan data primer atau data sekunder.

Sumadi Suryabrata

Sumadi Suryabrata menyatakan bahwa instrumen penelitian adalah alat ukur yang berguna untuk merekam keadaan dan aktivitas atribut-atribut psikologis. Data yang di hasilkan pada umumnya berupa data kuantitatif yang mana secara teknisnya bisa di golongkan menjadi atribut kognitif dan atribut non-kognitif. Atribut kognitif perangsangnya adalah pertanyaan, sedangkan atribut non-kognitif, perangsangnya yaitu pernyataan.

Notoatmodjo

Notoatmodjo menyatakan mengenai  instrumen penelitian, yaitu sebagai alat-alat yang akan digunakan untuk mengumpulkan data. Alat tersebut dapat berupa kuesioner, formulir observasi, formulir-formulir lain yang berkaitan dengan pencatatan data penelitian dan lain sebagainya.

Sugiyono

Sugiono menyatakan bahwa instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Dalam hal ini, peneliti memiliki peranan yang besar dalam memegang kendali dan menentukan data yang di peroleh.

Pengumpulan data dapat dilakukan di berbagai tempat, berbagai sumber, dan berbagai cara. Apabila di lihat dari sudut pandang tempat, data penelitian dapat di kumpulkan pada laboratorium dengan metode eksperimen, atau di rumah dengan berbagai responden, dan lain sebagainya. Apabila di lihat dari sumber datanya, data penelitian dapat di kumpulkan melalui sumber data primer dan sekunder.

Jenis-Jenis Instrumen Penelitian

1. Kuesioner

Kuesioner adalah instrumen yang berisi daftar pertanyaan. Biasanya berguna untuk mengumpulkan data penelitian dari responden. Kuesioner berisi serangkaian pertanyaan yang dibuat secara terstruktur dan tidak.

Menurut Popoola, kuesioner yang baik memiliki kriteria, yakni:

a. Pertanyaan tidak boleh ambigu. Artinya pertanyaan harus mempunyai satu interpretasi

b. Pertanyaan harus mudah di pahami

c. Pertanyaan harus mampu memiliki jawaban yang tepat

d. Pertanyaan tidak boleh mengandung kata-kata yang tidak jelas artinya

e. Pertanyaan seharusnya tidak memerlukan perhitungan yang ketat

f. Pertanyaan tidak mengharuskan responden untuk memutuskan klasifikasi

g. Pertanyaan tidak boleh memicu jawaban yang bias

h. Kuesioner tidak boleh terlalu panjang

i. Pertanyaan tidak terlalu bertele-tele

j. Kuesioner harus mencakup objek yang tepat

Bila di bandingkan dengan jenis instrumen lainnya, kuesioner memiliki keunggulan. Misalnya data pribadi responden dapat di sembunyikan (anonim). Data yang di kumpulkan dapat berjumlah besar dalam waktu relatif singkat. Hanya saja, kuesioner pun tak luput dari kelemahan. Terkadang beberapa pernyataan yang membingungkan sehingga tidak dapat di klasifikasikan.

2. Wawancara

Wawancara adalah salah satu instrumen penelitian yang kerap di pakai untuk penelitian kualitatif.  Dalam wawancara, peneliti mengumpulkan informasi dari responden melalui interaksi verbal. Sebelumnya peneliti menyiapkan daftar pertanyaan terstruktur yang berkaitan dengan penelitian.  Kemudian peneliti bertemu dengan narasumber dan mengajukan pertanyaan. Peralatan dan perlengkapan yang dapat kita gunakan selama periode wawancara termasuk tape recorder, kertas, pulpen, laptop, dan lain-lain. Wawancara dapat dilakukan secara pribadi atau melalui telepon atau sistem surat elektronik (email).

Keuntungan utama dari metode wawancara adalah menghasilkan tingkat respon yang tinggi, kontak pribadi antara peneliti dan responden memungkinkan peneliti untuk menjelaskan pertanyaan membingungkan dan ambigu secara detail. Namun kelemahan dari wawancara adalah jumlah narasumber yang di jangkau tidak banyak karena keterbatasan waktu dan tenaga peneliti.

3. Observasi

Observasi merupakan kegiatan mengamati perilaku atau situasi individu. Terdapat dua jenis observasi yakni observasi partisipan dan observasi non-partisipan.

Dalam observasi partisipan, peneliti adalah anggota kelompok yang akan di amati. Hasil yang akurat dan tepat waktu akan di peroleh oleh peneliti namun terkadang memiliki masalah bias.

Sedangkan dalam pengamatan non-partisipan, peneliti bukan anggota kelompok yang akan di amati. Sehingga hasilnya lebih layak karena bebas dari bias tetapi memiliki masalah ketidaktepatan dan hasil yang tertunda.

Kelebihan metode observasi yakni lebih fleksibel dan lebih murah untuk dijalankan. Metode ini  memerlukan keterampilan khusus untuk membuat dan menilai pengamatan perilaku dalam penelitian. Ketika melakukan pengamatan perilaku, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengembangkan kategori perilaku (skema pengkodean). Cara ini melibatkan pengidentifikasian atribut spesifik yang akan memberikan petunjuk untuk masalah yang di hadapi.

4. Buku Catatan

Instrumen dalam penelitian yang lainnya, adalah buku catatan. Fungsi penggunaan buku ini ialah untuk mendapatka hasil penelitian yang ada di luar perkiraan. Dengan teknik ini data-data yang di butuhkan dan tidak ada dalam kuesioner atau wawancara bisa di masukkan sebagai pelengkap. Oleh karena itulah setiap jenis penelitian kualitataif ataupun dalam riset kuantitataif memerlukan alat ini.

5. Alat Rekam

Instrumen ini biasanya senantisa di pergunakan sebagai pelengkap bentuk riset yang ada di lapangan. Alat perekam atau dokumen bisa dalam audio atau vidia, seperti penggunakan hp, kamera, tape recorder, dan lain sebaginya.

6. Diskusi Kelompok Terfokus (Focus Group Discussion)

Instrumen pengumpulan data ini memungkinan peneliti untuk mendapatkan data dari sekelompok besar orang pada saat yang sama. Bila dalam metode wawancara peneliti berfokus pada satu orang pada satu waktu, maka  dalam metode diskusi kelompok terarah, peneliti memperoleh data dari sejumlah besar orang untuk kegiatan penelitiannya.

Dalam FGD, seorang peneliti harus mengidentifikasi informan kunci yang dapat di hubungi. Tujuannya untuk memperoleh informasi yang layak tentang variabel yang di kaji dalam penelitian. Pendekatan ini berguna untuk menghasilkan data penelitian kualitatif dalam menjelaskan suatu fenomena yang sedang di teliti atau di selidiki. Syarat lainnya, keanggotaan FDG tidak boleh lebih dari 10 orang.

Keuntungan utama dari metode ini adalah menambah kredibilitas dan orisinalitas pada kegiatan penelitian. Sementara itu, tantangan metode FGD meliputi terlalu banyak biaya untuk dilakukan, terlalu banyak waktu untuk melakukan, dan beberapa responden mungkin tidak bebas untuk berkontribusi.

7. Eksperimen

Metode ini berlangsung dalam penelitian sains murni dan terapan, dimana para peneliti melakukan beberapa percobaan dalam pengaturan laboratorium untuk menguji beberapa reaksi yang mungkin terjadi pada objek penelitian. 

Kelebihan dari metode eksperimen adalah menghasilkan data langsung, hasilnya dapat bertahan dan bebas dari kesalahan jika di jalankan dengan baik dalam kondisi/keadaan normal. Kelemahannya yaitu membutuhkan biaya yang cukup mahal terlalu mahal. Bila dalam penelitian di laboratorium maka bahan kimia yang digunakan dapat menyebabkan kerusakan permanen jika mereka ditangani dengan ceroboh.

Cara Menyusun Instrumen Penelitian

1. Analisis Variabel Penelitian

Langkah pertama, silakan kamu analisis tiap variabel penelitian yang kamu gunakan menjadi sub variabel, kemudian kembangkan menjadi sebuah indikator penelitian.

Kamu bisa gunakan teori atau konsep yang sudah ada sebelumnya untuk melakukan tahap ini.

2. Menentukan Jenis Instrumen

Selanjutnya, tentukan jenis instrumen apa yang akan kamu gunakan. Kamu bisa pilih beberapa dari instrumen yang sudah di jelaskan di atas. Silakan pilih mana yang paling relevan dengan penelitianmu. Satu variabel bisa jadi memerlukan satu instrumen atau lebih dari satu instrumen. Oleh karena itu, pahami betul variabel penelitianmu.

3. Menyusun Kisi-Kisi Instrumen

Setelah menetapkan jenis instrumen, langkah berikutnya adalah menentukan kisi-kisi atau layout instrumen. Dalam kisi-kisi instrumen, sebaiknya mencakup ruang lingkup yang jelas dari variabel penelitian yang digunakan. Selain itu, tentukan juga apa jenis pertanyaan yang akan digunakan, berapa jumlahnya, dan berapa waktu yang diperlukan.

4. Menyusun Item Instrumen

Berikutnya, kamu bisa langsung susun daftar pertanyaan sesuai dengan jenis dan kisi-kisi instrumen yang telah kamu buat. Jika kamu menggunakan angket, maka susunlah daftar pertanyaan yang akan kamu ajukan kepada responden. Begitu pula dengan jenis instrumen yang lainnya.

5. Uji Coba Instrumen

Terakhir, silakan cek dan uji coba instrumen penelitian yang sudah kamu buat. Silakan cek mulai dari keterbacaan, relevansi dengan topik penelitian, serta kesesuaian dengan variabel yang ada.

Setelah kamu cek, mungkin kamu akan menemukan item yang tidak sesuai dan perlu di hapus atau di ganti. Jika demikian, silakan kamu revisi sampai instrumen tersebut layak untuk digunakan.

Contoh Instrumen Penelitian

1. Contoh Instrumen Penelitian Pedoman Wawancara

contoh pedoman wawancara
contoh pedoman wawancara

Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian, jenis, cara menyusun, dan contoh instrumen penelitian. Seemoga ulasan singkat ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang hendak maupun sedang mempersiapkan penelitian. Apabila terdapat kritik dan saran, silahkan tinggalkan pada kolom komentar di bawah. Terima kasih 🙂

Baca juga :

Sumber

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.