Contoh Abstrak Skripsi, Karya Ilmiah dan Cara Menulisnya

0
()

karyatulisku.com – Dalam menulis karya ilmiah, tentunya abstrak menjadi salah satu bagian yang tidak bisa dikecualikan, terutama pada skripsi. Abstrak menjadi rangkuman singkat suatu penelitian yang memudahkan pembaca untuk mengetahui garis besar serta hasil dari suatu penelitian. Dalam menulis abstrak tentunya harus memperhatikan struktur dan langkah-langkahnnya. Berikut kami jabarkan pengertian, struktur, cara menulis, dan contoh abstrak skripsi serta karya ilmiah.

Contoh Abstrak Skripsi, Karya Ilmiah dan Cara Menulisnya
Contoh Abstrak Skripsi, Karya Ilmiah dan Cara Menulisnya

Pengertian Abstrak

Mengutip dari Wikipedia, Dalam literatur, abstrak adalah suatu penjelasan singkat mengenai isi pada suatu artikel atau tulisan. Biasanya abstrak ini terdapat pada awal bagian suatu tulisan sebelum bab pembahasan yang akan menjelaskan secara singkat kepada pembaca. Abstrak berisi pokok masalah, tujuan, metode, data, dan kesimpulan dalam bentuk paragraf.

Fungsi dari abstrak yakni memberikan potret informasi bagi pembaca mengenai isi dari suatu karya ilmiah yang ada. Jumlah kata dalam abstrak bervariasi, namun biasanya berisi antara 250-400 kata ataupun kurang.

Ada beberapa jenis abstrak menurut sifatnya, yaitu abstrak informatif dan abstrak deskriptif. Abstrak Informatif terbagi menjadi dua, yaitu abstrak informatif ringkasan (suatu penjelasan singkat yang berisi tentang urutan dari isi – isi atau bab-bab tulisan secara proporsional) dan abstrak informatif Ikhtisar (suatu penjelasan atau kutipan yang tidak langsung yang di dalamnya memuat suatu kesimpulan dalam sebuah artikel atau tulisan). Sedangkan untuk abstrak deskriptif ialah suatu penjelasan singkat yang berisi tentang urutan dari isi – isi atau bab-bab tulisan secara proporsional.

Struktur Abstrak

Di dalam menulis abstrak sebenarnya tidak memiliki struktur yang pasti. Namun agar penulisan abstrak menjadi lebih berbobot, baik dan benar maka setidaknya perlu ada hal-hal berikut ini.

  1. Latar Belakang. Merupakan alasan kuat yang melatar belakangi pembuatan penelitian tersebut. 
  2. Metode Penelitian. Merupakan instrumen untuk mendapatkan hasil jawaban dari latar belakang. Apa yang akan kamu lakukan? Bagaimana prosesnya? Apakah ada teori khusus yang digunakan untuk menjawab permasalahan di dalam latar belakang penelitian?
  3. Gambaran Isi Tulisan. Merupakan ringkasan isi dari penerapan metode penelitian.
  4. Kesimpulan: Merupakan inti dan jawaban dari latar belakang penelitian atau karya tulis yang sudah Kamu buat.

Cara Menulis Abstrak Skripsi

Dalam menulis abstrak, tentunya kita perlu mengetahui aturan-aturan apa saja yang berlaku agar penulisan abstrak kita baik dan benar. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis abstrak skripsi adalah sebagai berikut :

  1. Abstrak umumnya berjumlah maksimal sebanyak 250 kata. Namun bisa saja terdapat aturan untuk menulis lebih dari itu. Akan tetapi, idealnya dalam menulis abstrak tidak lebih dari satu halaman.
  2. Gunakan single spasi untuk antar paragaraf.
  3. Sertakan kata kunci, biasanya jumlah kata kunci tersebut sebanyak 5.
  4. Pada penulisan bahasa asing menggunakan tulisan cetak miring.
  5. Terdiri dari 3 paragraf, jumlah ini juga merupakan ketentuan umum. Masing-masing paragraf biasanya memuat informasi-informasi tertentu.
  6. Paragraf pertama pada umumnya memuat judul penelitian, rumusan masalah, latar belakang, dan tujuan penelitian.
  7. Paragraf kedua pada umumnya memuat metode penelitian, teknik analisa data, dan landasan teori.
  8. Kemudian paragraf terakhir atau paragraf ketiga pada umumnya memuat hasil atau kesimpulan dari penelitian.
  9. Abstrak biasanya tertulis dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, dengan isi yang serupa.

Contoh Abstrak Skripsi

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh pengalaman audit, keahlian audit, tekanan ketaatan, dan locus of control terhadap audit judgment yang diambil oleh auditor. Analisis ini menggunakan variabel independen yaitu pengalaman audit, keahlian audit, tekanan ketaatan, dan locus of control. Variabel dependennya adalah auditjudgment. Sampel penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi DIY. Teknik sampel menggunakan metode purposivesampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner langsung ke auditor sebanyak 35 kuesioner.

Metode statistik menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, dengan pengujian hipotesis uji statistik t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman audit, keahlian audit, dan locus of control secara signifikan positif mempengaruhi audit judgment yang auditor dapatkan, tekanan ketaatan secara signifikan negatif mempengaruhi auditjudgment yang auditor peroleh, tapi kompleksitas tugas tidak secara signifikan mempengaruhi auditjudgment yang auditor peroleh.

Kata kunci: audit judgment, pengalaman audit, keahlian audit, tekanan ketaatan, kompleksitas tugas, dan locus of control.

 ABSTRACT

This research was aimed to examine empirically the effect of audit experience, audit expertise, pressure obedience, the complexity of the task, and locus of control on the audit judgment taken by the auditor. The analysis used an independent variable of audit experience, audit expertise, pressure obedience, the complexity of the task, and locus of control. The dependent variable is audit judgment. Sample of this research are auditors who worked on Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Representative of DIY Province. And for the sample was conducted by purposive sampling method. Collecting data was conducted by a questionnaire distributed directly to auditors as much 35 questionnaires.

The statistical method used was multiplied analysis linear regression, with hypotheses testing of statistic t-tests. The result of this research showed that audit experience, audit expertise, and locus of control significantly positive affect audit judgment taken by the auditor. Pressure obedience significantly negative affect audit judgment was taken by the auditor, but the complexity of the task didn’t significantly affect audit judgment taken by the auditor.

Keywords: audit judgment, audit experience, audit expertise, pressure obedience, the complexity of the task, and locus of control

Contoh Abstrak Karya Ilmiah

Gambaran Peran Ibu dalam  Membimbing Menyikat Gigi pada Anak TK Dharma Wanita Kandangan

ABSTRAK

Anak umur 0 sampai 5 tahun merupakan masa keemasan (golden age). Masa ini merupakan waktu ideal untuk anak mencari, mempelajari dan memperoleh konsep dasar yang mempengaruhi kehidupan anak di masa yang akan datang.

Akan tetapi 76,8% Ibu anak balita memiliki peran kurang terhadap kesehatan gigi anaknya. 71,33% ibu yang tidak pernah memeriksakan gigi anak balitanya ke dokter gigi.

Rendahnya kesadaran tersebut dikarenakan adanya asumsi jika gigi susu hanya sementara dan akan diganti dengan gigi permanen. Sehingga ibu menganggap kerusakan pada gigi susu bukan merupakan suatu masalah. 

Lokasi penelitian ini terletak di TK Dharma Wanita Kandangan. Tujuannya adalah untuk mengetahui gambaran peran ibu dalam membimbing menyikat gigi pada anak di TK Dharma Wanita Kandangan.

Metode penelitian ini dengan menggunakan metode cross sectional dengan jenis penelitian deskriptif.

Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dari anak kelas B Tk Dharma Wanita Kandangan. Pengambilan sampel penelitian ini dengan cara sampel jenuh. Adapun hasil data penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang. 

Adapun hasilnya adalah Peran Ibu pada kelompok usia 31-40 tahun dalam membimbing menyikat gigi dengan kriteria baik sebanyak 52,8%.

Sedangkan menurut kriteria pendidikan SMA sebanyak 47,2% kriteria baik. Dari kriteria pekerjaan sebagai Ibu rumah tangga sebanyak 52,8% kriteria baik.

Sehingga dapat kita lihat jika peran ibu dalam membimbing menyikat gigi pada anak dengan kriteria baik.  

Keyword: Peran Ibu,Membimbing Menyikat Gigi, Anak TK

Baca juga :

Sumber

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.