Cara Menyusun BAB 3 Skripsi dengan Baik dan Benar

0
()

karyatulisku.com – Bab 3 skripsi merupakan bagian yang menjadi alur bagaimana kita melakukan penelitian. Mulai dari cara mengumpulkan data, mengolah atau menganalisis data dan menyimpulkan atau menetapkan simpulan dari sebuah hipotesis. Di bawah ini, akan di bahas mengenai format penulisan yang biasanya menyusun bab 3. Yuk kita simak penjelasannya di bawah ini.

Cara Menyusun BAB 3 Skripsi
Cara Menyusun BAB 3 Skripsi

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian adalah penjelasan mengenai pendekatan dan metode penelitian yang digunakan. Alasan menggunakan metode yang digunakan dipaparkan secara sederhana. Sebagai contoh penelitian kualitatif, kuantitatif, pengembangan, eksperimen dan survei, dan lain-lain.

B. Jenis Data

Jenis data dibagi menjadi data primer dan data sekunder. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

1. Data primer

Data primer merupakan data yang diperoleh dalam penelitian yang didapat dengan cara melakukan tanya jawab dan pengamatan secara langsung atau wawancara dan diperoleh melalui pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan fokus penelitian yang dipersiapkan peneliti.

2. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang di peroleh melalui beberapa sumber informasi antara lain:

  a. Dokumen-dokumen.

  b. Buku ilmiah, hasil penelitian dan media massa yang relevan dengan fokus penelitian.

  c. Internet.

C. Populasi dan Sampel Penelitian

Dalam penelitian eksperimen dan pengembangan (pada bagian uji produk) di butuhkan sampel atau objek uji produk. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran daerah penerimaan dari dampak perlakukan yang di berikan.

Baca juga:   Pengertian, Jenis, Cara Menentukan, Letak nya

Sampel di butuhkan agar memudahkan peneliti dalam menarik kesimpulan yang berlaku pada populasi oleh karena penelitian yang tidak membutuhkan generalisasi hasil tidka membutuhkan sampai akan tetapi di sebut sebagai objek penelitian.

D. Metode Penelitian

Metode penelitian berisi langkah-langkah penelitian secara lengkap. Prosedor di jabarkan sesuai dengan bentuk Penelitian di sertai dengan subjek, waktu dan tempat penelitian di laksanakan. Seluruh langkah yang mungkin saja ada dalam desain penelitian akan tetapi tidak dapat terlaksana juga di tuliskan dalam desain penelitian. 

E. Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data, penulis harus menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan. Adapun teknik pengumpulan data yang dapat digunakan oleh peneliti terdapat beberapa cara yaitu :

1. Penelitian perpustakaan (Library Research)

Pemanfaatan perpustakaan sebagai sarana dalam mengumpulkan data dengan mempelajari buku-buku yang ada kaitannya dengan judul dan pembahasan skripsi/penelitian.

2. Penelitian lapangan (Field Work Research)

  a. Observasi

Observasi adalah cara pengumpulan data dengan mengadakan penelitian langsung. 

  b. Wawancara

Wawancara adalah mengadakan tanya jawab untuk melengkapi keterangan-keterangan yang berkaitan dengan penelitian.

  c. Dokumentasi

Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan dokumen sebagai sumber data.

F. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah upaya yang di lakukan peneliti untuk mengolah data guna menjadi informasi. Karakteristik serta sifat-sifat analisis data itu bisa dengan mudah untuk dipahami, serta dapat berguna untuk menjawab masalah yang terkait dengan proses kegiatan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian eksperimen dan pengembangan biasa terbagi atas dua yakni analisis deskriptif dan juga analisis statistik inferensial.

1. Statistik Deskriptif 

Statistik deskiprtif berisi tentang bagaimana yang ada di lapangan di hitung berdasarkan statistic sederhana untuk mendapatkan rata-rata, simpangan baku, nilai tertinggi, nilai terendah, modus dan median dari hamparan data. Tidak semua jenis dar yang di sebutkan tadi harus di masukkan dalam penelitian tergantung kebutuhan peneliti karena tujuan dari statistik meberikan gambaran mengenai hamparan data hasil penelitian atau deskriptif.   

Baca juga:   √Apa itu Asteroid: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh

2. Statistik Inferensial

Statistik inferensial adalah jenis statistik generalisasi, di mana pada jenis statistik ini akan menguji data yang di ambil dari sampel sehingga dapat di simpulkan sebagai nilai atau sifat dari suatu populasi. Jenis analisis sangat banyak dan tergantung jenis penelitian. Sebagai gambaran singkat berikut ini beberapa jenis statistik deskriptif.   

  • Regresi – Uji yang di lakukan untuk mengetahui pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain misalnya pengaruh hasil belajar terhadap keterampilan proses sains peserta didik. Dalam kasus ini, variabel terikat dan variabel bebas berbentuk data skala.
  • Kolerasi – Sangat banyak di gunakan sebagai uji reliabilitas klasik dari instrument. Uji Kolerasi menghubungkan dua variabel sejenis atau lebih dari pengukuran yang berbeda, sebagai contoh pengukuran dapat di lakukan dua kali oleh waktu yang berbeda atau di lakukan oleh dua orang yang sama secara bersamaan. Hasilnya di katakan reliabel jika jika memiliki nilai alfa cronbach lebih dari 0,7 (beberapa ahli mengatakan 0,8).
  • Uji t – Salah satu teknik uji banding dari dua kelompok atau lebih yang dengan jumlah sedikit. Uji t sangat presisi pada sampel kurang dari 25 sampai 60.
  • Uji F – Uji banding dari dua kelompok atau lebih dengan julah distribusi sampel yang banyak. Uji sangat baik di gunakan untuk jumlah sampel lebih dari 50.
  • Anova – Analisi variansi dari hamparan data dari sampel. Salah satu jenis uji regresi
  • Mannova – Multi analisis varians merupakan uji regresi dengan jumlah variabel terikat lebih dari satu variabel.
  • Anacova dan Mancova – Uji regresi yang sama dengan Annova dan Mancova hanya saja uji ini di butuhkan untuk data-data dari yang tidak memiliki variansi yang baik.
  • Uji Genelar Linear Model – Analisi jalur yang dilakukan dimana perubahan tidak hanya diukur dari dua titik tetapi banyak titik dan berulang. Perubahan diukur secara berkala dari pengukuran pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.
  • Uji General Linear Model Repeated Variat – Analisis Jalur yang membandingkan perubahan dua kelompok sampel namun dari variebl yang sama.
  • Uji Normalitas – Uji yang di lakukan untuk mengetahui bentuk dari distribusi data pada sampel. Uji ini akan menentukan jenis statistic yang sesuai pada data.
  • IRT – Item response theory atau uji yang di lakukan untuk mengukur karakteristik isntrumen berdasarkan respon peserta didik. Uji sejenis dengan uji kolerasi hanya saja IRT berasal dari teori yang lebih modern dimana hasil pengukuran tidak bergantung pada sampel.
Baca juga:   Contoh Artikel Ilmiah Penelitian dan Pengembangan (R&D)

Demikian penjelasan mengenai struktur penyusun bab 3 skripsi yang menjelaskan mengenai proses dari penelitian kita dan bagaimana penelitian itu akan berjalan. Semoga ulasan ini dapat memberikan manfaat bagi pembacanya. Apabila terdapat kritik dan saran, silahkan tinggalkan pada kolom komentar di bawah 🙂

Baca juga :

Sumber

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.