Apa Itu Prototype? dan Bagaimana Contohnya?

0
()

Karyatulisku.com – Prototype sering digunakan untuk mempresentasikan versi awal dari sebuah produk, dengan tujuan untuk menguji konsep dari produk yang akan dirilis nanti. Lalu apa itu Prototype? Apa tujuan dan manfaatnya? Serta bagaimana tahapan membuat prototype? Yuk kita simak penjelasan singkat di bawah ini.

Pengertian Prototype dan Contohnya
Pengertian Prototype dan Contohnya

Apa Itu Prototype?

Prototype dalam bahasa Indonesia di sebut purwarupa (rupa awal). Prototype adalah rupa awal dari sistem yang menggambarkan rupa akhir dari sebuah sistem. Di sisi lain, kata prototype adalah masa Medieval Latin dengan penggunaan prototypus sebagai bentuk orisinil atau primitif dari sesuatu. Kata ini berasal dari dua kata bahasa Yunani, protos dan typosProtos sendiri berarti “yang pertama” sedangkan typos dapat di artikan sebagai pola atau impresi. 

Secara umum prototype atau prototipe adalah sebuah metode dalam pengembangan produk dengan cara membuat rancangan, sampel, atau model dengan tujuan pengujian konsep atau proses kerja dari produk. Prototype sendiri bukanlah produk final yang nantinya akan di edarkan. Prototype di buat untuk kebutuhan awal development software dan untuk mengetahui apakah fitur dan fungsi dalam program berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah di rencanakan. Sehingga pengembang produk dapat mengetahui kekurangan dan kesalahan lebih awal sebelum mengimplementasikan fitur lain ke dalam produk dan merilis produk.

Baca juga:   Fungsi Organ Pernapasan : Pengertian, Sistem, Mekanisme

Tujuan Prototype

Tujuan utama dari prototype adalah mengembangkan model atau rancangan produk menjadi produk final yang dapat memenuhi permintaan pengguna. Dalam proses pengembangan produk, pengguna dapat ikut andil dalam proses pengembangan produk dengan cara mengevaluasi dan memberikan umpan balik. Umpan balik yang diberikan dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan produk. Selain itu, penggunaan prototipe dapat memunculkan ide-ide baru yang bisa dikembangkan menjadi sebuah fitur untuk melengkapi produk.

Manfaat Prototype

Ada banyak manfaat dan keuntungan yang bisa kamu dapatkan saat menggunakan sistem prototyping ini. Berikut adalah manfaatnya.

  1. Dapat menghemat waktu dan biaya pengembangan produk
    Yang pertama adalah kamu dapat menekan biaya dan menghemat waktu dalam proses pengembangan produk. Dengan begitu, sumber daya yang tersisa dapat di alokasikan untuk kebutuhan yang lain.
  2. Dapat mengetahui kebutuhan pengguna terlebih dahulu
    Manfaat yang kedua yaitu dengan memanfaatkan sistem prototyping kamu dapat mengetahui kebutuhan pengguna terlebih dahulu. Sehingga kamu dan tim-mu dapat mengetahui apa saja prioritas dan kebutuhan pengguna. Dengan begitu proses pengembangan produk akan berlangsung lebih cepat.
  3. Menjadi acuan untuk mengembangkan produk
    Selanjutnya, model prototype dapat menjadi acuan atau patokan untuk kamu dalam mengembangkan sebuah produk. Kamu juga dapat menggunakan prototype untuk menemukan kekurangan dan mencari solusi untuk membuat produk kamu menjadi semakin baik lagi.
  4. Dapat menjadi bahan presentasi
    Terakhir, kamu dapat menggunakan prototype untuk mempresentasikan produk yang akan kamu luncurkan. Dengan adanya prototype akan memudahkan audiens mendapatkan gambaran tentang produk yang akan di luncurkan.

Tahapan Metode Prototype

Tahap 1: Requirements Gathering and Analysis (Analisis Kebutuhan)

Tahapan model prototype di mulai dari analisis kebutuhan. Dalam tahap ini kebutuhan sistem di definisikan dengan rinci. Dalam prosesnya, klien dan tim developer akan bertemu untuk mendiskusikan detail sistem seperti apa yang di inginkan oleh user.

Baca juga:   Pengertian Sistem Saraf Pada Manusia : Baigan, Strukturnya

Tahap 2: Quick Design (Desain cepat)

Tahap kedua adalah pembuatan desain sederhana yang akan memberi gambaran singkat tentang sistem yang ingin di buat. Tentunya berdasarkan diskusi dari langkah 1 diawal.

Tahap 3: Build Prototype (Bangun Prototipe)

Setelah desain cepat di setujui selanjutnya adalah pembangunan prototipe sebenarnya yang akan di jadikan rujukan tim programmer untuk pembuatan program atau aplikasi.

Tahap 4: User Evaluation (Evaluasi Pengguna Awal)

Di tahap ini, sistem yang telah di buat dalam bentuk prototipe di presentasikan pada klien untuk di evaluasi. Selanjutnya klien akan memberikan komentar dan saran terhadap apa yang telah di buat.

Tahap 5: Refining Prototype (Memperbaiki Prototipe)

Jika klien tidak mempunyai catatan revisi dari prototipe yang dibuat, maka tim bisa lanjut pada tahapan 6, namun jika klien mempunyai catatan untuk perbaikan sistem, maka fase 4-5 akan terus berulang sampai klien setuju dengan sistem yang akan dikembangkan.

Tahap 6: Implement Product and Maintain (Implentasi dan Pemeliharaan)

Pada fase akhir ini, produk akan segera dibuat oleh para programmer berdasarkan prototipe akhir, selanjutnya sistem akan diuji dan diserahkan pada klien. Selanjutnya adalah fase pemeliharaan agar sistem berjalan lancar tanpa kendala.

Contoh Prototype

Sistem prototype ini memiliki beberapa contoh yang perlu kamu ketahui detailnya. Berikut adalah beberapa contoh prototype.

  1. Paper prototype
    Yang pertama adalah paper prototype. Sesuai dengan namanya, prototype ini menggunakan kertas sebagai media untuk menyampaikan rancangan produk. Paper prototype ini sangat sederhana, tapi mampu memberikan beberapa opsi terkait kekurangan dari sisi tampilan maupun fungsionalitas produk.
  2. Low-fidelity prototype
    Selanjutnya adalah low-fidelity prototype. Low-fidelity prototype adalah prototype yang biasanya berbentuk sketsa-sketsa dari produk. Biasanya prototype ini menunjukan alur atau flow dalam menggunakan produk tersebut dan juga menampilkan tampilannya.
    Kekurangan dari prototype ini adalah tampilannya yang masih berupa sketsa dengan warna dominan abu-abu atau hitam saja.
  3. High-fidelity prototype
    Contoh terakhir adalah high-fidelity prototype. High-fidelity prototype adalah prototype yang memiliki tampilan yang mendekati produk aslinya. Jadi, pengguna dapat merasakan sensasi menggunakan produk aslinya ketika menggunakan high-fidelity prototype ini.Prototype jenis ini sering digunakan dalam bidang pengembangan website atau aplikasi, dalam pembuatannya kamu dapat menggunakan beberapa tools yang banyak tersebar di internet. Kekurangan dari prototype ini adalah pembuatan prototype yang cukup memakan waktu.
Baca juga:   11 Metode Pembelajaran PAUD yang wajib guru PAUD Ketahui

Baca juga :

Sumber

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.