Penyebab rpm mobil tinggi – OMBRO (Masalah Otomotif)

0
()
Usia mobil dan riwayat perawatan kendaraan yang tidak terkontrol merupakan awal dari penyebab masalah rpm mobil tinggi. Normalnya, rpm mesin akan kembali ke rpm idling (800-900 rpm) disaat suhu mesin sudah mencapai suhu kerja mesin. Hal ini tentu akan berbeda jika mobil anda sudah terkena masalah rpm mobil tinggi.

Ciri-ciri mesin yang mengalami masalah rpm mobil tinggi adalah rpm mesin akan selalu berada diatas 1000 rpm meskipun suhu mesin sudah panas dan sudah mencapai suhu kerja optimalnya.

Tentu saja, masalah rpm mobil tinggi ini bisa membuat kita kesulitan untuk mengontrol kecepatan kendaraan selama pengemudian. Hal ini tentu saja sangat berbahaya jika tidak segera dilakukan perbaikan terhadap masalah yang terjadi.

Nah, apa saja sih penyebab rpm mobil tinggi ini ? berikut adalah penyebab yang ombro ketahui dan bisa membuat rpm mobil tinggi.

1. Water Coolant Temperature Sensor rusak

penyebab rpm mobil tinggi

Penyebab rpm mobil tinggi yang cukup sering ditemukan adalah rusaknya water coolant temperature sensor. Water coolant temperature sensor yang juga dikenal dengan Water Temperature Sensor (WTS) atau Coolant Temperture Sensor (CTS), merupakan sensor yang digunakan oleh ECU untuk mengetahui kondisi terkini dari temperatur dan suhu mesin.

Dengan mengetahui kondisi suhu mesin dan beberapa data dari sensor terkait lainnya, ECU akan menentukan jumlah bahan bakar yang harus di injeksikan ke dalam ruang bakar. Seperti contohnya ketika kondisi suhu mesin dingin, ECU akan menambah jumlah bahan bakar yang di injeksikan kedalam ruang bakar.

Baca juga:   Inilah dampak dan akibat shockbreaker mobil rusak (Masalah Otomotif)

Penambahan jumlah injeksi bahan bakar ini juga akan diikuti oleh beberapa aktuator seperti Fast Idle Air Valve (FIAV) dan Idle Speed Control (ISC) yang akan membuka lebih lebar, sehingga jumlah udara yang masuk bertambah sesuai dengan banyaknya jumlah bahan bakar yang di injeksikan.

Banyaknya jumlah bahan bakar dan udara yang masuk ke mesin otomatis akan membuat rpm mesin menjadi naik (bertambah). Maka tak heran jika saat pagi, mesin mobil baru dihidupkan, kita sering menemukan rpm mesin akan tinggi sebentar (bisa lebih dari 1000rpm) dan kemudian perlahan-lahan turun ke kondisi rpm idling yang normal.

Setelah suhu mesin panas dan mendekati suhu kerja mesin, maka ECU akan merubah jumlah bahan bakar yang di injeksikan agar putaran mesin menjadi stabil dan mengembalikan posisi ISC dan FIAV ke kondisi rpm idling.

Ketika Water Temperatur Sensor rusak, maka ECU tidak akan mengetahui kondisi suhu dan temperatur mesin yang sesungguhnya, akibatnya ECU akan masuk kedalam mode “Fail-Safe” dan mensetting suhu mesin pada nilai yang tetap dan sama.

Selain itu, ECU juga akan membuat FIAV dan ISC untuk tetap membuka lebar sesuai dengan nilai yang ditetapkan ketika “Fail-safe” terjadi. Akibatnya, kondisi ini akan membuat rpm mobil tinggi, bahkan setelah mesin sudah mencapai suhu kerja normalnya rpm mobil akan tetap tinggi.

2. Fast Idle Air Valve Rusak

penyebab rpm mobil tinggi

Pada beberapa tipe kendaraan, pada throttle bodynya ada yang menggunakan Fast Idle Air Valve (FIAV) untuk membantu proses pemanasan mesin ketika mesin dalam kondisi dingin. Fast Idle Air Valve ini umumnya terdapat pada mobil-mobil yang ISC sistemnya menggunakan DC motor, seperti contohnya pada mobil lancer evo3 bertipe CB4.

Baca juga:   Ciri-ciri tie rod rusak yang bisa kita kenali di mobil

FIAV ini bekerja berdasarkan perubahan suhu coolant radiator. Oleh karenanya, Throotle body yang mempunyai FIAV pasti memiliki selang bypass yang mengalir dari dan ke radiator.

Fungsi FIAV ini adalah membuka saluran udara saat suhu mesin dingin, tujuannya agar jumlah udara saat dingin bisa diperbanyak dan mempercepat proses pemanasan mesin. Ketika suhu mesin sudah panas (air radiator panas) maka wax/pellet pada FIAV ini akan mengembang dan membuat valve menjadi tertutup dan menghentikan aliran udara yang mengalir melalui valve tersebut.

Ketika FIAV mengalami kerusakan, umumnya kondisi valve akan selalu terbuka akibat tekanan dari spring yang ada diujung valve. Hal ini akan menambah jumlah udara yang masuk kedalam mesin sehingga akan membuat rpm mobil tinggi.

3. Posisi Throttle valve tidak menutup rapat

penyebab rpm mobil tinggi

Posisi Throttle valve tidak menutup rapat juga bisa menjadi penyebab rpm mobil tinggi. Umumnya, hal ini terjadi akibat body bagian dalam throttle body yang bersinggungan dengan Throttle Valve (katup gas) mengalami ke ausan sehingga throttle valve tidak bisa menutup rapat.

Akibatnya, udara akan mengalir melalui celah antara throttle valve dengan bodi throttle body yang aus tersebut. Kondisi ini akan mengacaukan kerja ISC secara keseluruhan dimana terjadi ketidak sesuaian antara data ECU dengan jumlah udara yang masuk sehingga akan membuat rpm mobil tinggi.

Selain karena terjadi keausan, posisi throttle valve yang tidak menutup rapat dan menyebabkan rpm mobil tinggi ini bisa dikarenakan penyetelan Fixed Screw Adjusting Screw (Fixed SAS) yang tidak tepat.

Pada beberapa merek mobil terdapat komponen Fixed SAS di throtle bodynya. Posisi Fixed SAS ini sebenarnya sudah di setel oleh pabrik dan tidak dianjurkan disetel ulang. Namun, bisa jadi Fixed SAS ini sudah pernah di otak-atik sehingga posisinya sudah tidak sesuai dengan setelan pabrik.

Baca juga:   Akibat oli mesin kurang dan tanda-tandanya (Masalah Otomotif)

Akibatnya, bisa membuat rpm mobil tinggi karena posisi throttle valve tidak menutup rapat dan uara bocor masuk dari celah tersebut.

4. Idle Speed Control (ISC) rusak

penyebab rpm mobil tinggi

Meskipun Idle Speed Control yang rusak ini lebih banyak menyebabkan rpm menjadi naik turun dan tidak stabil, namun ISC yang rusak juga bisa mengakibatkan rpm mobil tinggi, bahkan bisa terjadi dua gejala bersamaan sekaligus, yaitu rpm mobil tinggi dan rpm naik turun (rpm mengayun diatas 1000rpm).

Seperti sudah pernah dibahas pada ciri-ciri ISC rusak, ISC berfungsi untuk menstabilkan rpm idling disemua kondisi kerja mesin. Misalnya, sesaat setelah mesin akselerasi, maka rpm idling akan dipertahankan oleh ISC agar mesin tidak mati, atau ketika mesin ada beban, maka ISC akan mengatur rpm idling dengan menaikkannya sedikit ebih tinggi dari rpm idling agar mesin tidak mati.

Ketika ISC rusak, terutama saat posisi terbuka, maka otomatis jumlah udara yang masuk akan lebih banyak dan menyebabkan terjadinya peningkatan rpm mesin. Akibatnya rpm mobil juga akan menjadi tinggi.

Source link

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.