Cara kerja injektor nozzle pada mesin diesel konvensional

0
()


Injektor nozzle diesel sering kali juga disebut sebagai injektor atau nosel. Injektor nozzle pada dasarnya juga merupakan sebuah injektor, namun penamaanya ini lebih cenderung digunakan untuk mesin-mesin diesel. Ya, injektor nozzle ini merupakan injektor yang masuk sebagai salah satu komponen pada sistem bahan bakar mesin diesel.

Injektor nozzle adalah komponen yang berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar jenis solar ke dalam ruang bakar mesin diesel sehingga terbentuk butiran-butiran bahan bakar yang sangat lembut.

fungsi injection nozzle diesel

Hasil penginjeksian bahan bakar dan bagaimana proses pencampuran antara udara dan butiran bahan-bakar tadi akan sangat menentukan performa yang dihasilkan pada mesin diesel tersebut.

Saat ini, injektor nozzle pada mesin diesel terbagai menjadi dua macam berdasarkan cara kerjanya yaitu injektor nozzle yang dikontrol secara elektrik (ada pada mesin dengan sistem common rail) dan injektor nozzle yang bekerja berdasarkan tekanan hidrolik dari bahan bakar (mesin konvensional).

Pada artikel kali ini, ombro akan berbagi informasi tentang injektor nozzle pada mesin diesel konvensional berikut dengan nama komponen, tipe serta cara kerjanya. Simak informasinya dibawah berikut

Komponen injektor nozzle pada mesin diesel konvensional

Injektor nozzle terdiri dari beberapa komponen yang terpisah dan saling bekerjasama sehingga dapat disatukan menjadi sebuah injektor nozzle. Perhatikan pada gambar injektor nozzle dibawah ini berikut nama-nama komponennya

komponen injection nozzle diesel konvensional

Komponen-komponen injektor nozzle pada mesin diesel konvensional

  1. Nozzle holder
  2. Overflow pipe
  3. Adjusting washer
  4. Pressure spring
  5. Pressure pin
  6. Distance piece
  7. Nozzle needle
  8. Nozzle body
  9. Retaining nut

Tipe Injektor Nozzle

injektor nozzle memiliki beberapa tipe umum yang banyak digunakan pada mesin-mesin diesel saat ini. Perhatikan tipe-tipe injektor nozzle dibawah berikut ini

tipe-tipe injection nozzle

1. Injektor Nozzle lubang tunggal (single hole)

Injektor Nozzle lubang tunggal merupakan injektor yang hanya memiliki satu lubang injeksi saja. Sudut injeksi pada injektor nozzle tipe single hole ini berkisar diantara 4-15 derajat sehingga pengabutan bahan bakar yang dihasilkan tidak terlalu halus.

Oleh karenanya, injektor nozzle tipe single hole ini umum digunakan pada mesin diesel yang bentuk ruang bakarnya bisa menghasilkan pusaran udara agar proses pencampuran udara dengan butiran bahan bakar bisa lebih homogen dan merata.

2. Injektor Nozzle lubang banyak (multiple hole)

Injektor nozzle lubang banyak merupakan injektor yang pada ujung nozzle nya memliki lubang injeksi lebih dari satu (banyak/multiple). Injektor nozzle tipe ini paling banyak digunakan pada mesin diesel jenis Direct Injection (injeksi langsung), yaitu injeksi yag langsung di semprotkan kedalam ruang bakar.

3. Injektor Nozzle jenis Pin (Pintle Type)

Injektor Nozzle jenis pintle type ini merupakan injektor yang ujung nozzlenya berbentuk seperti pin jarum dengan ujung mengerucut. Injektor nozzle model ini lebih banyak digunakan pada mesin diesel jenis Indirect injection yang memiliki ruang antar muka (pre-combustion chamber).

4. Injektor Nozzle jenis Throttle type

Injektor Nozzle jenis throttle type ini bentuknya mirip dengan injektor nozzle pin type, namun pada bagian ujung nozzlenya bentuknya tidak meruncing, melainkan melebar sehingga memberikan karakteristik kerja dimana jumlah bahan bakar di awal injeksi sedikit dan pada kahir waktu injeksi jumlahnya akan bertambah banyak.

Baca juga :

Cara kerja Injektor Nozzle Diesel

Cara kerja injektor nozzle ini terbagi menjadi tiga posisi waktu yaitu sebelum penginjeksian bahan bakar, saat injeksi, dan terakhir saat injeksi bahan bakar berakhir, simak cara kerja injektor nozzle dibawah ini

1. Injektor Nozzle sebelum penginjeksian

Perhatikan pada gambar injektor nozzle dibawah ini yang berada diposisi sebelum melakukan injeksi bahan bakar.

injection nozzle sebelum penginjeksian

Sebelum penginjeksian, bahan bakar solar bertekanan tinggi yang mengalir dari injection pump, akan masuk melalui nozzle holder, oil passage, dan berkumpul pada bagian oil pool yang ada di bagian bawah nozzle body.

Karena tekanan dari injection pump belum mampu menekan pressure spring, maka saat ini bahan bakar akan terkumpul di bagian oil pool saja.

2. Injektor nozzle saat penginjeksian bahan bakar

Perhatikan pada gambar injektor nozzle yang saat ini berada pada posisi penginjeksan bahan bakar.

injection nozzle saat penginjeksian

Tekanan bahan bakar yang terus dikirimkan oleh injection pump akan meningkatkan tekanan bahan bakar di dalam oil pool. Semakin besar tekanan yang terkumpul akan membat bahan bakar menekan nozzle needle keatas dan menekan pressure spring.

Sebagian bahan bakar yang menekan nozzle needle ini akan menerobos masuk kedalam ruangan tempat pressure spring bekerja dan terkumpul di dalamnya.

Ketika pressure spring tertekan dan nozzle needle terdorong ke atas, maka lubang injeksi akan terbuka. Disaat ini lah tekanan bahan bakar akan disemprotkan kedalam ruang bakar.

3. Injektor nozzle saat akhir penginjeksian bahan bakar

Perhatikan pada gambar injektor nozzle yang saat ini berada pada posisi akhir penginjeksian bahan bakar.

injection nozzle di akhir penginjeksian

Setelah bahan bakar di semprotkan kedalam ruang bakar, maka tekanan bahan bakar di dalam oil pool ini akan menurun. Ketika tekanan bahan bakar menurun, maka pressure spring akan kembali mendorong nozzle needle kebawah dan menutup rapat lubang injeksi.

Selain itu, sebagian sisa bahan bakar yang ada di ruang pressure spring ini kemudian akan terdorong keluar melalui overflow pipe menuju return fuel pipe. Saat inilah akhir injeksi bahan bakar yang dilakukan oleh injektor nozzle berakhir.



Source link

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.